Geotekstil Non-Woven Bemax Diterapkan dalam Proyek Perlindungan Lereng
Geotekstil non-woven berkinerja tinggi dari Bemax baru-baru ini memberikan kontribusi signifikan pada proyek perlindungan lereng utama. Proyek ini, yang terletak di daerah rawan longsor selama musim hujan, bertujuan untuk mengatasi tantangan ketahanan erosi yang buruk dan pemulihan vegetasi yang sulit dengan material perlindungan tradisional. Tim teknis Bemax menyesuaikan solusi geotekstil non-woven jarum berlubang serat panjang 400 g/m², yang telah mencapai hasil luar biasa sejak awal konstruksi.
Situasi Konstruksi: Konstruksi proyek perlindungan lereng dimulai pada Oktober 2025. Sebanyak 50.000 meter persegi geotekstil non-woven Bemax digunakan. Proses konstruksi mengikuti spesifikasi desain secara ketat. Pertama, permukaan lereng dibersihkan dan diratakan untuk memastikan dasar yang halus. Kemudian, geotekstil diletakkan dari bawah ke atas lereng, dengan tumpang tindih 20 cm antara geotekstil yang berdekatan untuk memastikan integritas. Alat penahan khusus digunakan di tepi dan posisi kunci untuk mencegah geotekstil bergeser. Setelah geotekstil diletakkan, lapisan tanah ditutup di atasnya, dan benih rumput ditabur untuk mendorong restorasi ekologis.
Dampak Proyek: Setelah beberapa bulan pelaksanaan, proyek ini menunjukkan kinerja yang sangat baik. Geotekstil non-woven Bemax secara efektif meningkatkan stabilitas lereng, secara signifikan mengurangi risiko tanah longsor. Ketahanan erosi lereng telah meningkat pesat, dibuktikan dengan tidak adanya erosi tanah yang terlihat bahkan setelah beberapa kali hujan deras. Selain itu, rumput yang ditanam di geotekstil telah berkecambah dan tumbuh dengan baik, membentuk penutup vegetasi hijau, yang tidak hanya memperindah lingkungan tetapi juga semakin memperkuat efek perlindungan lereng melalui sistem akar tanaman. Warga setempat dan departemen terkait sangat memuji proyek ini atas peran pentingnya dalam memastikan keamanan infrastruktur dan melindungi lingkungan ekologis.



